“Saya tidak akan pernah bisa berhasil dalam kehidupan saya. Saya berasal dari keluarga berantakan. Saya tidak punya apa-apa. Saya orang yang tidak ada harganya. Saya orang paling malang di dunia.”
Kebangkitan, Kesempatan. Pernah mendengar seseorang berkata seperti itu kepada Anda? Atau Anda sendiri yang pernah mengeluh seperti itu? Sebaiknya, Anda menyimak ringkasan kisah berikut ini.
Kisah tentang seseorang perempuan yang lahir dari orang tua yang tidak pernah menikah. Bapak biologisnya itu bahkan tidak tahu kalau si perempuan yang ia gauli mengandung dan melahirkan dia. Si perempuan memberi tahu hanya lewat iklan di surat kabar: Kirim Pakaian Bayi! Lelaki itu menikah dengan perempuan lain. Ibunya beberapa kali mengandung lagi dengan lelaki yang sama saja tidak pernah lewat pernikahan.
Ia kemudian tinggal bersama ayah kandung dan ibu tiri. Untunglah dia pandai di sekolah. Beberapa kali melompat kelas. Tapi kemalangan seakan menjadi bagian dari hidupnya. Ia diperkosa sepupunya. Juga oleh sejumlah lelaki lain. Ia kemudian menjadi perempuan liar dan pada usia 14 tahun ia hamil. Ia harus cuti sekolah dan melahirkan bayi prematur.
Terbayangkah masa depan seperti apa yang akan dijelang oleh tokoh cerita kita sampai pada bagian itu? Suram! Hancur! Berantakan!
Tapi kisah ini tidak berakhir pada tiga kata itu. Berkat didikan ayahnya yang keras, membenahi kehidupannya. Ayahnyalah yang berkata, “Nilai C tak berlaku di rumah ini. Kalau kamu pulang dari sekolah membawa nilai C, kamu lebih baik tinggal di jalanan.”
Ayahnya juga yang berkata ketika ia hamil dan melahirkan, “Ini pelajaran yang amat berharga. Kamu mau membiarkan dirimu hancur, hidup di jalanan dan tak terurus, atau menyesal dan berusaha memperbaiki hidupmu? Tuhan sedang menguji. Ia memberi kesempatan kedua, dan menurut saya, kamu harus mengambilnya. Kembalilah ke sekolah…”
Ia pernah menjadi penjaga toko. Menjadi pembaca berita di radio lokal. Ia ikut kontes kecantikan dengan sponsor radio tempatnya bekerja dan menang. Ia raih beasiswa untuk empat tahun kuliah. Ia lalu bekerja di televisi. Setelah itu keberhasilan seakan tak terbendung lagi datang padanya. Ia main film seperti ia cita-citakan dan masuk nominasi piala Oscar.
Ia punya acara talk show sangat popular yang sudah dua puluh tahun disiarkan di 122 negara. Ia punya studio yang memproduksi sendiri acara dan juga membuat film. Ia punya majalah dengan namanya sendiri dan pernah terjual 800 ribu eksemplar. Ia sendiri menjadi tokoh yang amat berpengaruh, sebagai calon presiden Amerika, Barack Obama memanfaatkan dukungannya. Ia menyumbang lebih dari 50 juta dolar AS untuk sekolah dan perempuan miskin di Afrika dan Amerika Serikat.
Sekarang mari kita sebut nama tokoh kita itu. Ya, Anda mungkin sudah sangat tahu, dia adalah Oprah Winfrey.
Anda mungkin masih bisa berkata sinis, “…dia kan mengakui masa lalunya yang kelam setelah dia sukses.” Tidak ada yang tahu cerita itu kecuali jika adik tirinya menjual cerita itu pada sebuah majalah. Dua tahun dia tidak menegur adiknya sebelum akhirnya berbaikan kembali. Oprah benar-benar melakonkan apa yang disarankan dalam acara bincang-bincangnya, yakni memaafkan orang lain.
Telanjur basah, Oprah menjual hak menerbitkan kisah hidupnya tapi niatnya bukan dilandasi semata-mata pada uang. “Kalau sekedar menceritakan rasa sakit itu tak ada gunanya. Aku ingin buku ini menginspirasi kehidupan, memberdayakan, bukan kisah sedih penuh nama dan data.”
Jadi, sekarang masihkah sekarang Anda merasa sebagai orang yang paling malang di dunia? Kalau pun Anda punya kehidupan yang lebih tragis dari masa lalu Oprah, bukankah itu alasan bagi Anda untuk menjadi lebih hebat daripada dia?
“Dengan pemahaman yang benar atas penderitaan, membalasnya dengan kerja keras, bekerja penuh cinta, semua bisa kita raih,” kata Oprah. “Ayo berlarilah bersama saya.”
BLOKABAR
Wah, saya masuk nominasi Anugerah Sagang lagi, untuk kategori yang sama dengan tahun lalu: ANUGERAH SERANTAU. Tahun ini saya "bersaing" dengan 1. Abdul Kadir Ibrahim (Tanjungpinang)2. Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu (Jogjakarta) 3. Tusiran Suseno (Tanjungpinang), dan 4. Yayasan Panggung Melayu (Jakarta). Awal bulan depan, pemenang akan diumumkan. Saya tentu saja menghargai kerja serius panitia dan juri dari Yayasan Sagang. Tapi, ah tetap saja belum merasa telah berbuat apa-apa (stay hungry, stay foolish, kata Steve Jobs) dan dengan begitu saya juga merasa tak berhak untuk mengharap apa-apa.
INI blog saya yang kesekian setelah blog SEJUTA PUISI yang terkenal itu ;-)
hasanaspahani search engine, cobalah! .:. Saya menambahkan dua kategori tulisan, yaitu BLOWJOKE dan INSPIRIT - yang pertama lelucon-lecucon semoga saja bisa menggelitik kecerdasaan humor. Yang kedua tulisan-tulisan yang semoga saja mencerahkan .:. SELAMAT DATANG di BULAN RAMADAN 1429 H. Allah itu Baik. Ia ciptakan PUASA, sebuah rangkaian ibadah yang UNIK. Terima Kasih, Ya Allah .:. Wawan Eko Yulianto yang kini sedang di Arkansas berkomentar: SATU LAGI PENYAIR HADIR DI FACEBOOK. Sebenarnya saya sudah lama punya akun di mainan hebatnya bocah Zuckerman itu, cuma gak tahu harus diapakan. Sekarang tampaknya bakal keasyikan. Di antara teman-teman baru facebooker saya: Nirwan Dewanto dan Hermawan Kertajaya.
ATAS undangan Ministry of Information, Culture and Arts (MICA) Singapura, saya akan berada di negeri itu 27 Oktober hingga 1 November 2008. Saya diundang sebagai jurnalis, bukan sebagai penyair, dan tentu juga bukan sebagai blogger. Semoga akan banyak oleh-oleh menarik dari sana.
INI blog saya yang kesekian setelah blog SEJUTA PUISI yang terkenal itu ;-)
hasanaspahani search engine, cobalah! .:. Saya menambahkan dua kategori tulisan, yaitu BLOWJOKE dan INSPIRIT - yang pertama lelucon-lecucon semoga saja bisa menggelitik kecerdasaan humor. Yang kedua tulisan-tulisan yang semoga saja mencerahkan .:. SELAMAT DATANG di BULAN RAMADAN 1429 H. Allah itu Baik. Ia ciptakan PUASA, sebuah rangkaian ibadah yang UNIK. Terima Kasih, Ya Allah .:. Wawan Eko Yulianto yang kini sedang di Arkansas berkomentar: SATU LAGI PENYAIR HADIR DI FACEBOOK. Sebenarnya saya sudah lama punya akun di mainan hebatnya bocah Zuckerman itu, cuma gak tahu harus diapakan. Sekarang tampaknya bakal keasyikan. Di antara teman-teman baru facebooker saya: Nirwan Dewanto dan Hermawan Kertajaya.
ATAS undangan Ministry of Information, Culture and Arts (MICA) Singapura, saya akan berada di negeri itu 27 Oktober hingga 1 November 2008. Saya diundang sebagai jurnalis, bukan sebagai penyair, dan tentu juga bukan sebagai blogger. Semoga akan banyak oleh-oleh menarik dari sana.
Oktober 14, 2008
Memahami Penderitaan, Membalas dengan Kerja Keras
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)



0 blokomentar:
Poskan Komentar