Oleh Hasan Aspahani
BOS BESAR, RUGI BESAR. Apa rasanya kehilangan kekayaan Rp25 triliun lebih? Ini hasil analisis firma informasi finansial CapitalIQ atas kerugian raksasa beberapa CEO perusahaan bersaham unggulan. Angka Rp25,2 triliun itu adalah kerugian CEO Oracle Laurance Ellison. Ini kerugian ranking pertama dibanding CEO perusahaan kesohor lain. Angka dihitung dari Oktober 2007 (puncak harga saham) hingga harga penutupan di hari keempat Februari 2008, yang jatuh bebas akibat melesunya pasar.
Nah, supaya angkanya mengejutkan kita tampilkan saja dalam rupiah dengan asumsi kurs Rp9.000 per dolar. Supaya dramatis juga, saya pilihkan nama-nama bos yang produk perusahaannya mungkin Anda manfaatkan setiap hari. Paling tidak buat saya, artikel ini diketik di komputer bermerek Dell, sejumlah data dalam artikel ini pun saya temukan berkat bantuan pencarian Google.
Inilah berturut-turut daftar lima bos besar yang rugi besar itu. Laurance Ellison, CEO Oracle Rp25,2 triliun
Michael Dell, CEO Dell Rp15,3 triliun
Jefrey Bezoz, CEO Amazon.com Rp14,4 triliun
Eric Schmidt, CEO Google Rp12,6 triliun
Rupert Murdoch, CEO News Corp. Rp11,7 triliun
Ya, itu semua kerugian dalam triliun, deret angka dengan nol berbaris hingga dua belas. Besarnya kerugian mereka mungkin bisa membuat orang awam - seperti saya - pingsan. Tapi, jangan kuatir, para bos kita itu tidak akan bunuh diri dan tak akan sampai harus tinggal di panti jompo, , tulis Businessweek Nomor 4, edisi Maret 2008.
Kita sedang bicara tentang peluang dan tantangan yang amat lumrah dalam bisnis. Bila tujuan berbisnis adalah berlipatnya nilai kekayaan, maka risikonya adalah merosotnya nilai kekayaan. Karena risiko itulah, bisnis jadi menantang. Karena itu para pengusaha dituntut untuk terus kreatif dan inovatif. Dan memang itulah yang mereka lakukan. Maka, ketika pada bulan Mei 2008, majalah yang sama mengumumkan 25 Perusahaan Paling Inovatif, nama Google dan Amazon.com masuk dalam daftar itu.
Walau sudah jatuh dengan kerugian miliaran Amazon tetaplah perintis dan jawara e-commrece. “Saya berpendapat inovasi tak mengenal sulit ataupun masa jaya. Dan, kita harus melakukannya pada hal-hal yang dilakukan pelanggan,” kata Bezos dalam wawancara inspiratif dengan Businessweek, No,pr 12 Mei 2008. Dan, sebentar lagi, saya dan Anda mungkin akan terbiasa membaca e-book dengan perangkat bernama Kindle. Kindle adalah salah satu hasil inovasi Amazon.com.
400, 140. Rugi atau gagal adalah lumrah belaka dalam bisnis. Terbayangkah Anda membuka 400 restoran dan kemudian menutup 270 di antaranya? Itulah yang dilakukan Dr. Ir. H. Wahyu Saidi, MSc, pemilik Bakmi Langgara Group.
“Kan, masih untung punya 130 restoran,” kata pengusaha dengan total aset Rp15 miliar itu. Pria bergelar Doktor dan Alumni ITB yang dengan bangga menyebut diri tukang bakmi itu, saya yakin tidak akan berhenti mencari lokasi untuk buka restoran baru. Tak ada kata jera dalam kamus seorang pebisnis.
“Jera? Nggak tuh! Kan, dalam kamus bisnis, itu hal yang lumrah. Gagal, ya terus harus bangkit cari peluang baru, bikin mesin-mesin uang baru,” katanya, kepada surat kabar Jurnal Bogor, suatu hari di bulan Juli 2008.
Dia justru sedang mengatur strategi ekspansi besar-besaran. Dia menyiapkan apa yang ia sebut sebagai mesin-mesin pencetak uang baru. Ia tetap berkonstrasi pada bisnis waralabanya. “Saya mencoba bikin besar, dan banyak secara kuantitas.
Investasi untuk restoran yang kecil-kecilan nilainya Rp100 jutaan, sedangkan yang rada elite nilai investasinya Rp6 miliar,” katanya.
Kita mungkin ditakut-takuti oleh gagal dan menganggap itu kemalangan dan mendramatisir dengan pepatah “sudah jatuh tertimpa tangga”. Mari kita lawan pepatah itu. Ketika jatuh, mari kita bangit berdiri, ambil itu tangga, lalu ulurkan lagi, tegakkan di tempat yang tepat dan kita menapakinya lagi ke atas.
Nah, kita yang baru memulai, atau yang belum tapi hendak memulai sebuah bisnis, keberhasilan hanya bisa dicapai bila kita berani menghadapi risiko kegagalan, jadi apa alasan kita untuk takut? ***
BLOKABAR
Wah, saya masuk nominasi Anugerah Sagang lagi, untuk kategori yang sama dengan tahun lalu: ANUGERAH SERANTAU. Tahun ini saya "bersaing" dengan 1. Abdul Kadir Ibrahim (Tanjungpinang)2. Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu (Jogjakarta) 3. Tusiran Suseno (Tanjungpinang), dan 4. Yayasan Panggung Melayu (Jakarta). Awal bulan depan, pemenang akan diumumkan. Saya tentu saja menghargai kerja serius panitia dan juri dari Yayasan Sagang. Tapi, ah tetap saja belum merasa telah berbuat apa-apa (stay hungry, stay foolish, kata Steve Jobs) dan dengan begitu saya juga merasa tak berhak untuk mengharap apa-apa.
INI blog saya yang kesekian setelah blog SEJUTA PUISI yang terkenal itu ;-)
hasanaspahani search engine, cobalah! .:. Saya menambahkan dua kategori tulisan, yaitu BLOWJOKE dan INSPIRIT - yang pertama lelucon-lecucon semoga saja bisa menggelitik kecerdasaan humor. Yang kedua tulisan-tulisan yang semoga saja mencerahkan .:. SELAMAT DATANG di BULAN RAMADAN 1429 H. Allah itu Baik. Ia ciptakan PUASA, sebuah rangkaian ibadah yang UNIK. Terima Kasih, Ya Allah .:. Wawan Eko Yulianto yang kini sedang di Arkansas berkomentar: SATU LAGI PENYAIR HADIR DI FACEBOOK. Sebenarnya saya sudah lama punya akun di mainan hebatnya bocah Zuckerman itu, cuma gak tahu harus diapakan. Sekarang tampaknya bakal keasyikan. Di antara teman-teman baru facebooker saya: Nirwan Dewanto dan Hermawan Kertajaya.
ATAS undangan Ministry of Information, Culture and Arts (MICA) Singapura, saya akan berada di negeri itu 27 Oktober hingga 1 November 2008. Saya diundang sebagai jurnalis, bukan sebagai penyair, dan tentu juga bukan sebagai blogger. Semoga akan banyak oleh-oleh menarik dari sana.
INI blog saya yang kesekian setelah blog SEJUTA PUISI yang terkenal itu ;-)
hasanaspahani search engine, cobalah! .:. Saya menambahkan dua kategori tulisan, yaitu BLOWJOKE dan INSPIRIT - yang pertama lelucon-lecucon semoga saja bisa menggelitik kecerdasaan humor. Yang kedua tulisan-tulisan yang semoga saja mencerahkan .:. SELAMAT DATANG di BULAN RAMADAN 1429 H. Allah itu Baik. Ia ciptakan PUASA, sebuah rangkaian ibadah yang UNIK. Terima Kasih, Ya Allah .:. Wawan Eko Yulianto yang kini sedang di Arkansas berkomentar: SATU LAGI PENYAIR HADIR DI FACEBOOK. Sebenarnya saya sudah lama punya akun di mainan hebatnya bocah Zuckerman itu, cuma gak tahu harus diapakan. Sekarang tampaknya bakal keasyikan. Di antara teman-teman baru facebooker saya: Nirwan Dewanto dan Hermawan Kertajaya.
ATAS undangan Ministry of Information, Culture and Arts (MICA) Singapura, saya akan berada di negeri itu 27 Oktober hingga 1 November 2008. Saya diundang sebagai jurnalis, bukan sebagai penyair, dan tentu juga bukan sebagai blogger. Semoga akan banyak oleh-oleh menarik dari sana.
Oktober 14, 2008
Setelah Jatuh, Tegakkan Tangga
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)



0 blokomentar:
Poskan Komentar